
Home
Kota Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak antara puncak gunung Merapi dan Samudera Indonesia (Laut Selatan). Kota ini merupakan salah satu kota yang memiliki peringkat ke 2 untuk kunjungan wisatawannya. Hal ini disebabkan karena kayanya sumber daya pariwisata baik yang bersifat alami (Kaliurang, pantai-pantai di sepanjang laut selatan) dan yang bersifat tradisi (keraton, dll). Hal yang paling menarik di Yogyakarta adalah adanya perpaduan yang unik dari kekhasan keraton dan suasana modernisme bercampur menjadi satu. Hal tersebut diperkuat oleh banyaknya pelajar yang datang ke Yogyakarta (karena Yogyakarta juga merupakan kota pelajar). Hal itu mempengaruhi berbagai sisi kehidupan manusia yang tinggal di Yogyakarta, termasuk gaya hidup seperti pola makan.
Selain kekayaan yang berupa obyek pariwisata alami dan tradisi, Yogyakarta juga merupakan salah satu kota yang memiliki makanan khas yang berbeda dengan yang lain. Hal ini terjadi karena Yogyakarta juga disebut sebagai kota budaya yang memiliki beraneka macam budaya seperti kesenian, kerajinan dan tidak kalah makanannya. Secara umum, makanan khas Yogyakarta memiliki citarasa manis dan gurih yang menjadi ciri makanan tradisional, jarang ada citarasa asam. Selain citarasanya yang khas, makanan khas yang ada di Yogyakarta beragam jenisnya dan unik baik dari segi bentuk maupun perpaduan bahannya.
Makanan khas Yogyakarta terdiri dari empat jenis, yaitu: nasi, sayur dan lauk pauk, kudapan dan minuman. Nasi memang merupakan makanan pokok di Jawa karena pulau Jawa dikenal sebagai penghasil beras (Oryza sativa). Sayur biasanya terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan dari daging binatang. Lauk pauk dari makanan khas Yogyakarta biasanya terbuat dari bahan hewani seperti daging, telur, ikan dan unggas dan bahan nabati seperti tempe dan tahu yang dimasak dengan berbagai cara seperti digoreng. Kudapan merupakan makanan kecil, bukan makanan pokok, misalnya kipo, ampyang kacang, dsb. Sedangkan minuman dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu minuman yang beralkohol dan minuman yang tidak beralkohol.
Berdasarkan waktu makan, makanan khas Yogyakarta juga terbagi menjadi dua, yaitu makanan yang dimakan sehari-hari dan makanan yang dimakan pada kesempatan khusus seperti pada upacara mitoni (tujuh bulanan) dan upacara lainnya. Pada kesempatan yang berbeda, jenis makanan yang dimakan juga berbeda.